ILMU PENDIDIKAN ISLAM

Ilmu pendidikan islami

24 OKTOBER 2009
oleh : ABDUL MUTTQIN AL HUSAIN. JURUSAN :TARBIAH.
Allah dalam Al-Quranul Karim telah beberapa kali melontarkan pertanyaan yang bermaksud adakah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu?... tidakkah kamu mahu berfikir?... Ini menunjukkan ilmu pengetahuan adalah penting bagi setiap individu muslim. Tanpa ilmu seseorang itu tidak mungkin dapat melaksanakan amalan. Ilmu tanpa amalan adalah rugi. Manakala amalan tanpa ilmu adalah sia-sia. Dalam Islam menuntut ilmu itu adalah wajib ke atas setiap muslim / muslimah. Ada hadith baginda Rasulallah menganjurkankan umatnya berusaha menuntut ilmu.

Secara ringkasnya ilmu adalah pengetahuan / informasi / maklumat yang diperolehi samada dari seseorang ataupun institusi ataupun memperolehi sendiri dari pengamatan atau dari pengalaman yang semuanya dengan izin dan ketentuan Allah.

Manusia yang berilmu dalam sesuatu bidang selalunya dipandang mulia oleh manusia lain. Manusia ini menjadi idola ataupun menjadi pemimpin dari kalangan mereka disebabkan bidang ilmu yang dimilikinya. Sekiranya ilmunya digunakan dijalan yang betul dan berlandaskan hukum dan mengabdi diri kepada Allah s.w.t. itulah hakikat ilmu yang dituntut sebenarnya dalam Islam.

Dan sekiranya kalau manusia itu cukup tinggi keilmuannya tapi tidak berlandaskan hukum dan pengabdian diri kepada Allah s.w.t maka jadilah kucar-kacir dalam institusi ilmiah itu sendiri dan natijahnya pada pembentukan masyarakat dan alam ini.

Ilmu yang selari dengan tuntutan islam adalah ilmu yang bermanfaat dalam pembentukan umat berpengetahuan samada duniawi dan ukhrawi. Di sinilah ilmu disertakan dengan tarbiyah keislaman.

Istilah tarbiyah secara umumnya adalah didikan ilmu samada di rumah, sekolah, organisasi dan sebagainya yang di arahkan kepada pembentukan peribadi. Tarbiyah dikaitkan dengan pembinaan peribadi muslim hingga timbul kesedaran Islam yang syumul dan berakhlak. Tarbiyah bukan membekalkan pengetahuan dan pengajian sahaja tapi lebih dari mendidik, membina dan membentuk peribadi muslim yang mempunyai akhlak dan akidah yang mampu bergerak dalam harakah islamiyah.

Contohya ulama-ulama yang disabdakan oleh Rasulallah sebagai pewaris para nabi. Mereka bukan setakat mewarisi ilmu sahaja, bahkan mewarisi tarbiah Rasulullah s.a.w. dengan Al-Bashirah (pandangan mata hati) dan Al-Khibrah (pengalaman).

Dalam tuntutan mencari ilmu kita biasa dengar orang berkata " carilah guru yang mursyid atau carilah guru yang kamil". Ertinyanya kewajipan mencari guru-guru sedemikian adalah satu tuntutan yang mempunyai seribu hikmah. Ilmu adalah ibarat pelita hati. Kalau ilmu yang dituntut tidak berlandaskan ciri-ciri keislaman maka kehancuran bukan saja pada diri tapi pada ummah itu sendiri.

Jadi untuk menggapai ilmu yang bersandarkan ciri-ciri islami maka pelajarilah dari guru yang mursyid / kamil yang pernah mengambil tarbiah dari seorang guru yang juga pernah mengambil tarbiah dari gurunya sebelum ini dan seterusnya sehingga bersambung salasilah tarbiah tersebut kepada Rasulullah s.a.w. melalui para sahabat, para tabi’in, tabi’tabi’en dan para ulama’ yang amilin yang seterusnya.

Dewasa ini, zaman moden era globalisasi... institusi ilmiah bercambah merata cerok. Beralasankan era globalisasi, tenaga pengajar @ ulama' diimpot tanpa mengambilkira tahap manhaj tarbiyah mereka. Ini menyebabkan, ramai dari kalangan murid hanya mewarisi ilmu dari mereka sahaja, tetapi tidak mewarisi akhlak mereka kerana tidak pernah ditarbiah oleh mereka, seterusnya melahirkan generasi ulama’ baru yang ketandusan tarbiah dan akhlak.

Di Malaysia kini terdapat universiti, institusi pengajian, kolej-kolej dan madrasah-madrasah yang dibuka secara meluas, dan menyebabkan ramai di kalangan penuntut ilmu masuk berpusu-pusu ke pusat-pusat pengajian tersebut. Dari zahirnya, ia merupakan suatu perkembangan positif dalam memperbanyakkan ulama' pelapis, namun dari suatu sudut yang lain juga, lambakkan penuntut ilmu di pusat-pusat ilmiah itu menyebabkan institusi pengajaran Islam tersebut hanya mewariskan ilmu pengetahuan tanpa mewariskan tarbiah kepada panuntut-penuntut itu. Ini menyebabkan lahirnya generasi ulama’ baru yang mana, sebahagian dari mereka tidak ditarbiah dengan sempurna. Dan ini juga menyebabkan, mereka mewarisi ilmu tanpa amal, hasil ketandusan tarbiah dalam intisitusi pengajian Islam itu sendiri.

Walhasil dari itu wujudlah generasi ulama' baru, pakar dalam bidang ilmuan tapi jauh dari penyucian jiwa. Ulama’ sedemikian dikenali dengan istilah ulama’ dunia atau ulama’ suuk menurut Imam Al-Ghazali r.a. Masalah yang dihadapi umat Islam sekarang tidak disentuh mereka atau tidak pun diambil peduli. Cukuplah hanya menanti bayaran upah di hujung bulan, berkereta besar, tinggal di kediaman mewah dan menghadiri majlis-majlis keraian hanya untuk membaca doa. Ataupun sibuk dengan kerja-kerja mesyuarat, kursus, pembentangan kertas-kerja tapi kerja buat...habuk saja. Buat abeh beras aje! Mereka tak ubah seperti pak turut atau pak angguk. Fikiran dan jiwa mereka kacau tanpa disadari. Sakit dalaman seperti takabbut’ ujub’ dan sayangkan dunia terserlah. Jangkitan ini akan menulari masyarakat yang pasti akan terkesan sama bahkan lebih parah lagi sekiranya masyarakat itu tidak berilmu dan tidak pernah menerima tarbiyah islami.

Akhiran kalam renunglah bersama dan fikirkan bagaimana kita hendak acuankan anak-anak kita supaya generasi mendatang berilmu dan ditarbiyah dengan roh dan semangat islami. Allahu Akbar!

BAGAIMAN CARA MEMPERLAKUKAN WANITA

“BAGAIMANA CARA MEMPERLAKUKAN SEORANG WANITA”

Oleh: Abdul muttaqin .MAHASISWA STAIL.Jurusan : Tarbiyah
Suatu realita yang tidak biasa di bantah adalah kebanyakan wanita tidak memahami hakikat wanita sholehah itu sendiri.Lebih suka memikirkan karier dari pada anak anak dan suami mereka,sehingga banyak anaknya yang akhlaknya rusak karena kurangnya kasih sayang dan bimbingan agama dari sang ibu.Banyak laki laki yang mencari kesenagan di luar rumah karena kurangnya mendapatkan perhatian dan kelembutan sang istri.Padahal kewajiban seorang istri adalah bagaimana mendidik anak dan suami yang baik sebagaimana yang telah di ajarkan dalam Al quran dan juga hadits Nabi S.A.W
Dalam hadits telah di katakana bahwasanya syurga itu berada di telapak kaki ibu.Ini menunjukan bahwasanya seorang wanita sangat tinggi derajatnya di sisi Allah s.w.t.sahabat pernah bertanya kepada nabi,Ya Rasulallah,Siapakah orang yang paling berhak untuk saya pergauli denagan baik?”Beliau menjawab,”Ibumu”Sahabat bertanya siapa lagi?”Beliau menjawab “Ibumu”Sahabat bertanya lagi?Siapa lagi ya Rasulallah?Beliau menjawab “Ibumu” Siapa lagi? Beliau menjawab “Ayahmu”
Bagaimanakah cara memperlakukan wanita dengan baik bagi kita seoarang lelaki??? Hadits hadits yang berkaitan dengan wanita,keutamaan shalihah,Bagaimana cara Allah memperlakukan wanita sangatlah banyak tinggal bagaimana kita banyak banyak untuk membacanya.berikut cara yang baik untuk memperlakukan wanita yang bisa saya kutipkan.
“Menghormati keberadaan wanita, dalam artian menempatkan posisinya,Seorang pria bisa dinilai apakah dia cukup menghormati wanita, itu bisa dilihat dari bagaimana caranya menyayangi ibunya, melindungi adik perempuannya, atau bahkan dari percakapannya dengan ibu gurunya.
Menghindari hal-hal yang bersifat melecehkan secara sexual, baik sikap maupun kata-kata yg tidak baik diucapkan pada wanitaTidak gombal ,tidak berlebihan dalam memberikan pujian, perhatian, berkata-kata manis dan tentunya ada udang di balik batu... ada sesuatu yg diincar dari semua tindakan manis dan rayuannya.”
Itulah cara yang terbaik yang bisa saya katakana atau yang bisa saya tulis,Mudah mudahan ada manfaat baiknya amiiin

“Wallahua’lambishoab”

MENGINGAT KEMBALI HARI KEPAHLAWANAN

MENGINGAT KEMBALI HARI KEPAHLAWANAN”


OLEH: Abdul muttaqin.

Mahasiswa STAIL.Jurusan Tarbiyah.




Mengingat kembali hari kepahlawanan, kita pasti ingat dengan Jasa jasa kepahlawanan yang telah berjuang dengan segala kepribadian mereka.Dengan kebranian dan semangat mereka untuk memperjuangkan negara dan masyarakat mereka.Oleh karna itu marilah kita semua mengingat kembali perjuangan yang telah mereka korbankan untuk kita semua.


Denan sebab itu kami mengingat hari Kepahlawanan dengan cara kami sendiri yaitu dengan menulis jasa jasa mereka,Berbicara tentang seputar kepahlawanan, tentu tidak bisa lepas dari istilah-istilah berikut: pengorbanan, keberanian, kerja keras luar biasa, harapan, ketulusan, dan kepedulian. Anis Matta, penulis Buku “Mencari Pahlawan Indonesia”(2001) mendefinisikan Pahlawan adalah orang yang mengubah tantangan menjadi peluang, kelemahan menjadi kekuatan, kecemasan menjadi harapan, ketakutan menjadi keberanian, krisis menjadi berkah.1


Saya berpendapat bahwasanya hari kepahlawanan bukan hanya untuk di ingat Satu Tahun sekali,Melainkan kita harus mengingat hari kepahlawanan itu setiap saat yaitu,Dengan cara bagaimana kita sebagai generasi mereka harus mencontohkan semangat dan ketekunan mereka dalam berjuang.Coba kita kutip salah satu perjuangan pahlawan dari Surabaya yaitu tepat pada tanggal 10 November 1945, untuk memperingati bangkit dan berdirinya Arek Suroboyo untuk menantang keangkuhan tentara Inggris dan NICA.Akan tetapi generasi pemuda saat ini sangatlah Minim sekali yang mempunyai sikap yang dimiliki oleh pahlawan kita pada masa lalu yang mempuyai sikap yang sangat patut untuk kita contoh.Bahkan seorang pahlawan pada saat ini sangat sedikit sekali untuk dikatakan seorang pahlawan sebut saja pahlawan kita saat ini yaitu seoarang Guru dan pemimpin Negara atau pemerintah,Mereka tidak layak untuk dikatakan seoarang pahlawan karena mereka berjuang bukan karna Masyarakat atau Negara mereka melainkan hanya untuk uang saja beleh kita sebut dengan singkatan D5 yaitu:

Datang,Duduk,Diam,Dapat,Duit.Itulah sikap pahlawan kita pada saat ini.Mereka tidak mencontohkan Pahlawan kita pada masa lalu.Mereka asyik dengan urusan mereka masing- masing,tidak memikirkan bagaimana untuk membangun generasi penerus yang mempunyai sikap seperti pahlawan kita pada masa lalu yang berjuang untuk membangun pradapan Negara dan Masyarakat mereka.

Wahai pahlawan ku,Di hari kepahlawanan kita ini marilah kita bangun kembali semangat generasi kita saat ini,Karna majunya satu kaum adalah tergantung pada generasi generasi masa yang akan datang,Wujudkan bahwasanya kalo kita mempunyai generasi generasi yang mempunyai rasa tanggung jawab kepada Negara dan juga Bangsa.”Merdeka.....!!!!”




1Anis Matta,penulis buku “Mencari pahlawan indonesia”(2001).